Powered by Blogger.
RSS

tentang bisnis



BAB I
PENDAHULUAN
1. Dasar Pemikiran
Perkembangan teknologi mengakibatkan adanya perubahaan pola pikir manusia yang cenderung tradisionalistik menjadi serba modern, seperti pada pengerjaan sesuatu, kecenderungan manusia lebih mengandalkan sistem komputerisasi dibanding penggunaan tenaga manusia. Dengan ini juga menyebabkan terbentuknya budaya serba cepat atau instan dalam sistem budaya manusia.
Dari kencederungan ini yang kemudian kami baca sebagai peluang usaha. Pemanfaatan teknologi sekarang ini sudah sangat meluas dalam sistem kehidupan masyarakat kita, mulai dari aspek ekonomi, sosial maupun budaya, dari aspek budaya, sudah banyak dipengaruhi terutama sistem pendidikan kita, dulu sebelum teknologi berkembang dalam dunia pendidikan di Indonesia, kita masih sering melihat seorang peserta didik mengerjakan tugas menggunakan mesin ketik manual, namun seiring waktu perkembangan teknologi, setelah penemuan komputer dan komponen-komponen pendukung lainnya, seperti printer, plotter, dan alat teknologi pendukung dalam proses pengerjaan tugas peserta didik. Hal ini yang kemudian mendorong kami untuk mengetahui apa yang ada disekitar yang ada di sebelah kiri maupun kanan di Universitas Gunadarma untuk melakukan suatu kajian untuk mencari peluang yang ada, sebagaimana kami sudah melihat-lihat atau survei tempat maupun situasi dan kondisi seperti apa, maka kami mendirikan sebuah usaha yang mengenai jasa percetakan, jual ATK (Alat Tulis kantor), Rental komputer dan Printer, dan jasa-jasa lainnya. Dengan ini kami mendirikan sebuah usaha yang dinamakan CV. Sukma Abadi Global Media. Seperti kata pepatah “ Dimana ada peluang maka manfaatkan peluang tersebut yang ada”.
2. Gambaran Wilayah Rencana Usaha
Sebagaimana kami sudah melihat-lihat atau survei tempat yang ada atau situasi maupun kondisi tersebut, maka kami mengkaji terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan usaha kami. Usaha kami melakukan kegiatan wawancara atau survei terlebih dahulu kepada ruko-ruko yang kami tanyakan terlebih dahulu, seperti harga sewa ruko, pangsa pasar seperti apa, tempatnya strategis. Di karena itu maka kami melakukan riset pemasaran yang ada karena kami tidak mau usaha kami bangkrut atau skat mat di jalan. Sudah mengtahui tersebut gimana keadaan tersebut kami memutuskan untuk membeli ruko-ruko yang di sebelah kiri maupun kanan Universitaas Gunadarma. Di karenakan, warga, pegawai kantor, mahasiswa maupun dosen-dosen Unversitas Gunadarma, ketika mereka ingin membuat suatu laporan atau tugas mereka tidak usah pusing di karenakan di toko kami sangat lengkap. Supaya laporan atau tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, kebutuhan-kebutuhan mereka sangat banyak. Maka, kami membaca peluang tersebut, agar mereka akan mendapatkan barang-barang yang dibutukan mereka untuk mendukung kegiatan-kegiatan mereka.
Maka dari itu, kami melihat ini sebagai peluang usaha yang cukup menggiurkan untuk mendirikan usaha kami dalam percetakan maupun jasa-jasa lainnya. Tempat rencana usaha kami merupakan pusat pendidikan dan perkantoran yang ada di Jaka Sampurna tersebut dan bersaing kepada percetakan yang sudah ada. Di wilayah ini terdapat Ruko-ruko perkantoran, Perbankan, dan Perguruan Tinggi. Dimana akses percetakan dan jasa-jasa laninya merupakan kebutuhan yang utama.
3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan didirikannya usaha kami dengan nama Sukma Abadi Global Media. Sebagaimana usaha kami bertujuan untuk mewadahi kebutuhan perbankan, perkantoran, perguruan tinggi dan para warga masyarakat setempat akan kebutuhannya, seperti alat tulis, print dokumen, fotocopy, cetak foto, dan jasa percetakan lainnya yang sangat tinggi. Sehingga, mereka butuh dengan jasa itu kami hadir untuk memudahkan, dan mereka tidak peru ribet atau pusing dalam melakukan perkerjaan, karena prinsip organisasi kami adalah terdepan dalam pelayanan, anda puas, silahkan datang kembali.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Profil Usaha
1.1. Nama Usaha
CV. Sukma Abadi Global Media.
1.2. Alamat Usaha
Alamat usaha kami sekarang di :
Jl. K.H. Noer Ali, kalimalang No 43, Jaka Sampurna, Bekasi, Jawa Barat
1.3. Profil Milik Usaha
Nama Lengkap : Rachmat Sunarya
Nama Panggilan : Arya
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 20 November 1991
Alamat : Jl. DR Sumarno, Rt/11 Rw/04,Penggilingan,
Jakarta timur.
2. Aspek Manajemen
2.1. Planing
Dengan melihat situasi sekarang ini usaha yang kami buat sangat pengaruh terhadap cara berkomunikasi yang sangat modern saat ini yang sering menggunakan media digital sebagai alat penyampainnya. Sibuknya masyarakat atau mahasiswa terhadap perkerjaannya mengakibatkan kurangnya komunikasi langsung terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga informasi yang bersifat umum jarang mereka terima. Solusinya media komunikasi dalam bentuk percetakan digital yang biasa berukuran sangat besar di tempatkan pada tempat-tempat umum agar dapat dibaca oleh khalayak yang ramai. Tentunya usaha ini sangat membantu mereka yang menginginkan informasi seputar kegiatan-kegiatan perusahaan kami.
2.2. Organizing
Usaha ini akan dilakukan oleh 1 pegawai dengan spesifikasi sebagai berikut : S1 IT dan desain grafis, berpengalaman, jujur, dan sopan santun terhadap pembeli, perkerjaan dapat dilakukan secara maksimal dan hasil tetap optimal.
2.3. Actualling
Usaha ini buka jam 09.00 s\d 21.00 wib. Hari minggu\hari libur Tutup.
2.4. Controlling
Setiap seminggu sekali diadakan evaluasi bersama pegawai untuk membahas pengluaran dan pemasukan serta merekondisikan alat-alat cetak agar tetap terjaga kualitas hasil cetakan. Tidak lupa juga untuk membersihkan unit komputer dari virus-virus, debu, menjaga dan merawat dengan baik agar tidak dapat menggangu atau merusak sistem aplikasi tersebut. Sharing (berbagi pendapat) kepada pegawai untuk bersama-sama memajukan usaha agar mendapatkan laba yang lebih dengan cara mempromosikan usaha kami atau dengan cara pelayanannya secara maksimal.
3. Aspek Sumber Daya Manusia
Dalam perencanangan usaha kami didukung pengalaman yang berkompeten dalam hal proses cetak-mencetak dokumen, fotocopy, dan cetak foto, jual beli barang, dan pengalaman lainnya. Dengan latar belakang seperti itu, kami yakin bahwa kami dapat mengembangkan usaha ini dengan baik yang dapaty memiliki andil yang cukup besar dalam memajukkan usaha kami kedepannya.
4. Aspek Produk
v Produk
Ø Percetakan Opset : Company Profile, majalah, brosur, Kop surat, Invoice, Continues Form, Kartu Nama, dan macam cetak lainnya.
Ø Digital Print : Vynil Flexi (Out Door/In Door), Sticker, Photo Paper, Satin, Backlite Vynil, Duratans.
Ø Marchendise : Mug, Dus kemasan (Dusbox), paper baf, Jam ding-ding, payung, handuk, tas, kaos, kemeja, dan lain-lain.
5. Aspek Pasar dan Pemasaran
Usaha percetakan merupakan usaha yang memiliki prospek pasar yang sangat luas, hampir seluruh elemen masyarakat membutuhkan jasa percetakan. Diantaranya prospek pasar yang membutuhkan jasa kami, yaitu :
1) Lembaga pendidikan
2) Perusahaan kecil, sedang, dan besar.
3) Organisasi swadaya masyarakat
4) Dan lain-lain.
6. Aspek Keuangan
Dalam hal keuangan, karena ini merupakan usaha sebagai investasi tersebut dengan biaya sebagai berikut :
Biaya Tetap dan Investasi
Nama Barang Unit/ Lama Harga Jumlah
Harga Sewa Gedung 1 tahun Rp
Mesin fotocopy Canon 1 Unit Rp 13.500.00.-
Printer Canon ip 2770 3 unit Rp 1.350.000.-
Komputer Standar 3 unit Rp 3.000.000.-
Meja 3 unit Rp 600.000.-
Kursi Pelastik 3 unit Rp 300.000.-
Lemari kaca ukuran
4 x 1 1 unit Rp 2.600.000.-
Steples 2 buah/unit Rp 40.000.-
Jumlah Rp
Biaya Operasional
Gaji Karyawan : 1 Orang @ Rp 500.000 : Rp 500.000.-
ATK : Rp 2.000.000.-
Listrik : Rp 500.000.-
Perawatan Bulanan Alat-alat : Rp 300.000.-
Jumlah : RP
Jadi, total Investasi : Biaya Tetap + Biaya Operasional :
Proyeksi Pendapatan Perbulan
Keterangan Harga :
1 Lembar Print Hitam : Rp 500.-
1 Lembar Berwarna : Rp 1.000.-
1 Rim : 500 Lembar
1 Lembar Fotocopy Bolak-balik : Rp 80.-
1 Lembar Fotocopy biasa : Rp 110.-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pengertian bisnis



Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Definisi Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Usaha Warung Kelontong



PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan ini akan dijelaskan latar belakang mengapa kami memutuskan untuk mengambil model usaha warung kelontong sebagai suatu usaha yang diyakini sebagai suatu usaha yang menguntungkan yang signifikan.
Keputusan kami untuk membuka usaha bisnis warung kelontong ini merupakan alternative yang tepat atau bias dibilang usaha ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan mini market yang sekarang banyak bertebaran. Sebab took kelontong bisa didirikan hamper dimana saja, bahkan ditempat-tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan mini market. Selain itu juga usaha ini cukup menjanjikan jika kita perhatikan. Terbukti dengan ramainya warung kelontong di samping kampus yang tidak pernah sepi pembeli. Ini menunjukkan bahwa warung kelontong banyak diminati oleh mahasiswa disamping banyaknya persaingan mini market disekitar warung tersebut.
Adapun keuntungan/kemudahan dalam membuka usaha warung kelontong yaitu :
·         Bisa mendapat kredit atau penangguhan pembayaran dari produsen tertentu, sehingga dapat menghemat modal.
·         Perusahaan akan memberi imbalan uang kepada warung yang mau memajang barang promosinya.
·         Warung sudah ramai akan didatangi salesman untuk memjajakan produknya sehingga tidak perlu repot-repot mencari belanjaan.
·         Warung dapat mengembalikan barang yang rusak atau kadaluwarsa ke perusahaannya, manakala menjalin hubungan baik dengan perusahaannya melalui salesman, sehingga resiko dapat diminimalkan.

Meskipun sudah banyak mini market yang ada, namun usaha warung ini tidak kalah saing dengan mini market dimana harga, lokasi dan ramah dalam pelayanan dapat menjadi kunci sukses warung tsb ramai.


VISI DAN MISI
Adapun visi dan misi dari usaha warung kelontong ini adalah :
·         Visi. Menjadikan warung yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya serta memberikan kepuasan yang lebih bagi pelanggannya.
·         Misi. Adapun yang menjadi misi dari usaha ini adalah mengurangi pengangguran, mampu menjalin kepuasan konsumen dan berusaha memberikan produk yang baik.



MANFAAT USAHA
Manfaat/benefit dari usaha ini bersifat finansial benefit dan social benefit. Bersifat financial benefit sebab usaha ini bisa mendapatkan keuntungan dari satu jenis barang tetapi dengan banyaknya jumlah barang yang dibeli oleh konsumen maka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sedangkan yang dimaksud benefit social ialah masyarakat  atau konsumen bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan dengan cepat, berkualitas baik, dan pelayanan baik, aman, ramah, sopan, santun.


ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
PRODUK DAN SEGMENTASI
Produk usaha ini adalah menjual kebutuhan sehari-hari, misalnya : kopi, minuman segar, snack, roti, rokok, tisuue, dan sebagainya. Dengan segmentasi pasar adalah mahasiswa kampus Gunadarma Kalimalang disekitar warung tsb. Sedangkan untuk prosuk sendiri dikarenakan belum mengenal agen atau distributor dari poduk-produk yang akan dijual, maka pihak warung yang mendatangi mereka. Dengan membeli barang langsung dari distributor atau agen harga yang didapatkan jauh lebih murah. Untuk selanjutnya kami tidak akan perlu membeli barang karena banyak salesman yang menawarkan dan mengirim produknya ke warung.

ASPEK PEMASARAN
Strategi pemasaran yang dilakukan adalah memilih tempat usaha harus mudah dilihat, mudah dicapai, mudah dicari. Dan ini berarti harus dekat dengan pembeli. Jangan mencari tempat karena murah, namun juga harus strategis. Membuat warung dipinggir jalan adalah keputusan terbaik agar dapat dilihat oleh banyak orang.
Dalam kebijakan pemasaran harga pokok ialah dihitung dengan biaya produk barang ditambah tenaga kerja dan untuk perlengkapan seperti pulpen, plastic, rak, warung semi permanen, tempat minuman dingin Dll. Harga jual yang telah di perhitungkan hanya mendapat keuntungan Rp. 500,- per barang.



ANALISA SWOT
Sebelum melaksanakan suatu usaha baru kita perlu mengtahui hal-hal atau aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya aspek kekuatan (Strenght), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunitis), dan ancaman (Threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usha akan berjalan dengan lancer dan sukses. Berikut adalah kesempatan penjelasan dari beberapa aspek yang dijelaskan diatas :

A.      Kekuatan
·         Produk sembako adalah produk yang pasti dibutuhkan oleh semua orang. Ini berarti ada kebutuhan ada pasarnya. Sehingga tidak perlu khawatir soal ada atau tidak yang membutuhkan barang dagangan.
·         Tempat yang startegis sehingga memungkinkan orang-orang untuk melihat.
·         Dibandingkan dengan warung lain, warung kami menyediakan bahan pokok yang lebih lengkap.
·         Walaupun harga pokok naik, tak menjadi msalah karena bahan pokok sangat dibutuhkan.
·         Jumlah karyawan hanya satu.

B.      Kelemahan
·         Jika melakukan kesalahan dalam pelayanan terhadap konsumen dapat menghilangkan kepercayaan pelanggan.
·         Banyak yang membuka usaha ini sehingga banyak pesaing yang terjadi, apalgi masalah perbedaan harga hanya sedikit menurunkan pelanggan.
·         Lahan memajang dan menyimpan kebutuhan masil kecil sehingga warung terlihat kecil dan penuh tekadang menjadi kendala bagi pembeli untuk melihat barang yang akan dibeli.

C.      Kesempatan
·         Memberikan keuntungan yang cukup.
·         Prospek dan peluangnya cukup besar untuk dikembangkan karena semua orang membutuhkan kebutuhan seperti minuman segar, snack, rokok, roti tisuue dll.
·         Dengan semakin bertambahnya omset maka potensi penjualan akan semakin naik.

D.     Ancaman
·         Banyaknya persaingan warung yang muncul membuat pelanggan berkurang.
·         Persaingan dalam pemasaran semakin diperketat.








ANALISIS KEUANGAN
Analisis permintaan – penawaran dan Persaingan Usaha
Menurut pengamatan dan survey yang dilakukan di lingkungan tempat kami membuka usaha kelontong ini, kami mendapat data sebagai berikut :
·         Jumlah kepala keluarga di lingkungan kami sebanyak 300 kepala keluarga
·         Pendapatan rata-rata setiap keluarga adalah sebesar Rp 1.000.000
·         Persentase biaya hidup dan pendapatan adalah sebesar 80% atau Rp 800.000 per bulan
·         Rata-rata biaya hidup untuk kebutuhan pokok perbulan adalah 25% dari biaya hidup utama atau 25% * Rp 480.000 yaitu Rp 120.000
·         Dari pengeluaran yang dibelanjakan di lingkungan sendiri tersebut, 40% dibelanjakan kepada pedagang keliling dan 60% * Rp 120.000 yaitu sebesar Rp 72.000
·         Saat ini terdapat satu kelontong lain yang terdapat dilingkungan kami
·         Jika pengeluaran belanja itu dibagi dua dengan toko kelontong lain maka potensi permintaan kebutuhan hidup sehari hari untuk belanja ditoko kami adalah sebesar Rp 36.000 per kepala keluarga perbulan atau setara dengan Rp 10.800.000 perbulan
Analisis keuangan
Sulit untuk diperkirakan analisis keuangan usaha toko kelontong. Karena pengeluaran dan pemasukan yang diperoleh setiap harinya tidak teratur. Berikut ini kalkulasi anggaran :
Modal awal
peralatan
Persediaan barang dagang
Rp 2.500.000
Rak etalase dan Showcase
Rp 4.000.000
Kalkulator dan timbangan
Rp 500.000
Jumlah
Rp 7.000.000



Peralatan mengalami penyusutan selama 1 tahun (12bulan) pemakaian dengan rincian 1/12 * Rp 7.000.000 = Rp 538.500
Perlengkapan

Alat tulis, kwitansi dan kantong plastik
Rp 100.000




Biaya operasional perbulan

Biaya sewa tempat
Rp 700.000

Belanja barang dagangan
Rp 5.000.000

Biaya listrik
Rp 150.000

Biaya transportasi belanja
Rp 150.000

Biaya perlengkapan
Rp 100.000

Biaya penyusutan
Rp 538.500

Biaya gaji
Rp 200.000

Biaya lain-lain
Rp 100.000

jumlah
Rp 6.983.500





Omset perbulan
Penjualan perhari rata-rata Rp 300.000
Omset perbulan @Rp 300.000 * 30 hari = Rp 9.000.000
Laba / (rugi) bersih per bulan
Rp 9.000.000 – Rp 6.983.500 = Rp 2.016.500

Return of investment (ROI)
(Modal awal : laba bersih perbulan) = ± 3.5 bulan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS